Tak Bertali di Ketinggian 508 Meter, Alex Honnold Taklukkan Taipei 101 dalam Siaran Langsung Global

Tak Bertali di Ketinggian 508 Meter, Alex Honnold Taklukkan Taipei 101 dalam Siaran Langsung Global Foto: REUTERS/Ann Wang

Taipei – Aksi ekstrem kembali mengguncang perhatian dunia setelah pemanjat profesional asal Amerika Serikat, Alex Honnold, menuntaskan pendakian bebas tanpa tali di gedung pencakar langit Taipei 101, salah satu bangunan tertinggi di dunia. Tantangan berisiko tinggi ini disiarkan secara langsung oleh Netflix pada Senin (26/1/2026) dan segera menjadi sorotan internasional.

Pendakian setinggi 508 meter atau 101 lantai tersebut dilakukan Honnold tanpa satu pun alat pengaman. Ia sepenuhnya mengandalkan kekuatan tangan dan kakinya untuk menaklukkan permukaan vertikal gedung, melewati balkon, sudut menjorok, serta paparan angin kencang di ketinggian ekstrem. Seluruh proses pendakian memakan waktu sekitar 1 jam 31 menit.

Usai mencapai puncak, Honnold menggambarkan pengalamannya dengan penuh kekaguman. “Pemandangannya luar biasa, sungguh menakjubkan, hari yang indah,” ujar Honnold setelah menyelesaikan pendakian dikutip dari Sky News.

Kondisi alam turut menjadi tantangan tersendiri dalam aksi tersebut. Honnold mengakui hembusan angin di puncak menara sempat membuatnya ekstra waspada saat menjaga keseimbangan. “Anginnya sangat kencang jadi saya berpikir jangan sampai jatuh dari puncak menara. Saya berusaha menjaga keseimbangan dengan baik. Tapi itu, sungguh posisi yang luar biasa, cara yang indah untuk melihat Taipei,” tuturnya.

Siaran langsung pendakian ini dilengkapi komentar dari tim produksi Netflix, termasuk host Elle Duncan serta sejumlah pembicara tamu lintas profesi. Mereka memberikan penjelasan teknis mengenai rute, durasi pendakian, serta perbedaan karakter tantangan urban dibandingkan medan alam yang biasa dihadapi para pemanjat tebing.

Netflix menjadikan aksi ini sebagai bagian dari strategi perluasan konten ke ranah olahraga dan pertunjukan nyata, di luar serial dan film konvensional. Dalam siaran tersebut, Netflix juga menegaskan bahwa aksi berbahaya ini dilakukan oleh atlet profesional dengan persiapan matang dan tidak untuk ditiru oleh masyarakat umum.

Pelaksanaan pendakian sempat mengalami penundaan selama satu hari akibat cuaca yang tidak mendukung. Setelah kondisi dinyatakan aman, Honnold melanjutkan tantangan tersebut sesuai jadwal terbaru.

Meskipun disaksikan oleh banyak orang secara langsung, Honnold mengaku dukungan penonton justru memberi energi positif. “Saat saya meninggalkan lokasi, Anda akan berpikir, oh, ini cukup menegangkan, ada begitu banyak orang yang menonton,” katanya. Ia menambahkan, “Tapi jujur saja, mereka semua mendoakan yang terbaik untukku. Maksudku, pada dasarnya itu membuat seluruh pengalaman terasa lebih meriah, semua orang baik ini mendukungku dan bersenang-senang.”

Taipei 101 sendiri bukan pertama kali menjadi sasaran pendakian ekstrem. Namun, Honnold tercatat sebagai orang pertama yang menaklukkannya tanpa tali pengaman. Sebelumnya, pendaki asal Prancis Alain Robert pernah mendaki gedung tersebut pada Hari Natal 2004 dalam waktu sekitar empat jam sebagai bagian dari peresmian bangunan.

Aksi free solo di puncak Taipei 101 ini memicu beragam respons global, mulai dari kekaguman atas keterampilan dan keberanian Honnold hingga perdebatan mengenai etika menyiarkan aksi berisiko tinggi secara langsung kepada audiens dunia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan