Prabowo Bentuk Empat Institusi Pendidikan Baru, dari Sekolah Rakyat hingga Universitas RI
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto terus memperluas program pendidikan sejak mulai menjabat pada Oktober 2024. Hingga pertengahan 2026, pemerintah telah membentuk empat institusi pendidikan baru yang mencakup jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dengan sasaran dan konsep yang berbeda.
Program tersebut berada di bawah pembinaan sejumlah kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Sosial, serta Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK).
Salah satu program yang telah berjalan adalah Sekolah Rakyat, yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah, sementara peserta didik juga memperoleh fasilitas asrama. Sejak Januari 2026, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah diresmikan di berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan Sekolah Garuda untuk jenjang SMA. Program ini memanfaatkan sekolah baru maupun sekolah unggulan yang telah ada, seperti SMA Unggulan MH Thamrin Jakarta. Sekolah Garuda menerapkan sistem berasrama, membebaskan biaya pendidikan, serta membuka peluang bagi lulusannya mengikuti seleksi Beasiswa Garuda untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
Pemerintah juga menyiapkan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai sekolah unggulan yang terbuka bagi seluruh kalangan. Berbeda dengan dua program sebelumnya, sekolah ini mengusung konsep nonasrama dan melayani jenjang SMP serta SMA. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi di berbagai wilayah.
Terbaru, Presiden Prabowo menggagas pendirian Universitas Republik Indonesia yang difokuskan untuk mencetak calon pemimpin bangsa. Pemerintah menargetkan pembangunan 10 kampus Universitas Republik Indonesia dengan sistem pendidikan berbasis beasiswa.
Universitas tersebut akan melibatkan tenaga pengajar dari dalam maupun luar negeri untuk mendukung kualitas pembelajaran. Saat ini, sebanyak 399 calon mahasiswa telah mengikuti pendidikan pada angkatan pertama sebagai tahap awal pelaksanaan program.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing program.




